Kehadiran tikus di plafon rumah tentu sangat mengganggu. Selain menimbulkan suara bising berupa decitan dan garukan di malam hari, tikus juga berisiko merusak kabel instalasi listrik yang bisa memicu korsleting, serta membawa berbagai penyakit.
Langkah Awal: Cek Keberadaan Tikus di Plafon
Langkah awal sebelum mengusir tikus adalah memastikan keberadaannya melalui tanda-tanda fisik dan aktivitas. Mulailah dengan mendengarkan suara bising seperti garukan, cicitan, atau langkah kaki berlarian di malam hari, karena tikus adalah hewan nokturnal. Selanjutnya, periksa area sekitar akses plafon untuk mencari kotoran berbentuk silinder kecil, bau urine yang pesing dan menyengat, serta noda kehitaman atau kecokelatan bekas gesekan tubuh tikus di sepanjang balok kayu. Pastikan juga Anda mengecek adanya tumpukan material sarang dari sobekan kertas atau insulasi, serta bekas gigitan pada kayu rangka dan kabel listrik yang sangat berisiko memicu korsleting.
Menutup Akses Masuk Tikus
Cara paling penting agar tikus tidak balik lagi ke plafon adalah menutup semua jalan masuknya dengan rapat. Cek baik-baik dinding luar rumah, bagian bawah atap, serta bolongan di sekitar pipa atau kabel. Tutup setiap lubang yang besarnya seukuran ujung jari (sekitar 1 cm) memakai bahan yang keras dan tidak mempan digigit tikus, seperti kawat ram besi, sabut kawat (seperti kawat cuci piring), atau tambalan semen. Jangan gunakan kayu, plastik, atau busa biasa, karena bahan-bahan ini sangat mudah jebol digigit tikus.
Pasang Perangkap Tikus di Plafon
Jika tikus sudah terlanjur masuk dan bersarang, cara paling ampuh adalah memasang perangkap di atas plafon. Letakkan perangkap jepret atau papan lem di jalur yang sering dilewati tikus, biasanya di pinggiran balok kayu atau di dekat tumpukan kotorannya. Agar tikus cepat terpancing, gunakan umpan yang baunya menyengat seperti ikan asin, selai kacang, atau potongan daging. Jangan lupa untuk rutin mengecek perangkap tersebut setiap hari, agar tidak ada bangkai tikus yang terlanjur membusuk dan membuat seluruh ruangan di rumah menjadi bau.
Menggunakan Bahan Alami
Selain memakai perangkap, Anda juga bisa mengusir tikus menggunakan bahan-bahan alami yang baunya sangat dibenci oleh mereka. Cobalah sebarkan kapur barus (kamper) di sudut-sudut plafon atau di area yang sering mereka lewati. Anda juga bisa menaruh irisan daun pandan, cengkeh, atau kapas yang sudah ditetesi minyak peppermint (minyak mint) di atas plafon. Aroma tajam dari bahan-bahan ini akan membuat tikus merasa pusing, tidak betah, dan akhirnya kabur dari rumah Anda tanpa perlu menggunakan racun kimia yang berbahaya.
Membersihkan Bekas Tikus
Setelah tikus berhasil diusir, langkah terakhir yang sangat penting adalah membersihkan sisa kotoran dan sarangnya agar tidak menyebarkan penyakit. Ingat, jangan langsung menyapu atau memvakum kotoran yang kering karena debu dan kumannya bisa terbang ke udara dan terhirup. Selalu gunakan masker dan sarung tangan karet terlebih dahulu. Semprot kotoran atau bekas sarang dengan cairan disinfektan atau campuran air dan karbol, lalu diamkan sekitar 5 menit. Setelah itu, ambil kotoran menggunakan tisu dapur atau kain bekas, masukkan ke dalam kantong plastik yang diikat rapat, lalu buang. Terakhir, pel kembali area tersebut sampai benar-benar bersih dan bebas bau.
Butuh Penanganan Hama di Jabodetabek dan sekitarnya?
Gucimas Pratama menyediakan layanan konsultasi dan survei termite dan pest control gratis terutama untuk Anda yang baru saja membeli properti di area Tangerang Selatan. Tim teknisi pest control profesional kami siap memberikan solusi terbaik untuk memastikan ketenangan pikiran Anda sebagai pemilik rumah baru. #BebasHamaNoDrama
Baca Artikel Lainnya